Jumat, 09 November 2012

Linang air mata cinta


Awan hitam masih terus memayungi kedua gadis remaja itu,kegelisahan dan kegundahan silih berganti bergelayut dihati mereka. Dibawah langit senja yang menguning mereka mencoba mencari sebuah jawaban, entah mengapa kata cinta seolah terus menjauh dari hidup mereka. 2 tahun sudah mereka berjalan diatas sebuah pengharapan, penantian panjangpun terus mereka tapaki tapi satu hal yang dicari tak pernah kunjung ditemui. Apalagi kalau sebuah cinta, yach…selama ini mereka cemas dengan kesendiriannya, usianya memang masih belia, masih 20 tahun. Tapi kekhawatiran mendalam tak bisa mereka tutupi lagi. “bagaimana bisa kita mendapatkan imam yang shaleh jika samapai saat ini kita tak diberi kesempatan untuk bisa sekedar menilai dan memilih laki-laki mana yang kelak bisa menjadi imam untuk kita. Bukankah intuk mendapatkan semua itu butuh proses? Bukankah ini adalah waktu yang tepat untuk menuju sebuah prose situ?” pertanyaan it uterus mereka lontarkan, namun sepertinya waktu masih bergeming, langit terus saja diam dengan warnanya dan angin masihpun berlalu tanpa ada berita.
Sebenarnya hati mereka telah tertambat pada seseorang, namun anehnya cinta mereka itu ditambatkan pada lelaki yang sama sekali tidak mengenal diri mereka. Syafira jatuh hati pada pria tampan bernama deni sedangkan lillah telah memberikan cintanya pada mantra muda bernama ando.
Kekonyolan ini bermula saat syafira tak sengaja melihat foto yang terpajang dikamar annisa, sebuah foto laki-laki ganteng yang penuh pesona. Difoto tersebut terlihat laki-laki itu memakai T-Shrit warna coklat dan kacamata hitam. Pesonanyapun semakin terpancar karena laki-laki itu berfoto didalam mobil avanza warna hitamnya. Selidik punya selidik ternya laki-laki itu sedang mencari seorang calon pendamping yang bersedia menjadi makmum baginya, seorang wanita yang shalehah dan berhijab. Ini sejalan dengan dirinya yang masih sendiri, tanpa merasa dirinya adalah seorang wanita shalehah tapi hatinya seolah mengatakan bahwa dia siap untuk menjadi makmum untuk laki-laki difoto tersebut. Bukankah seorang pasanagan yang baik adalah seorang pasangan yang bisa mengarahkan pasangannya menjadi orang yang lebih baik lagi?” fikirnya dalam hati. dia sudah jatuh hati saat pertama melihat laki-laki difoto itu, bukan semata karena dia tampan atau bermobil tapi lebih dari itu dia merasa kalau lelaki itu adalah orang yang selama ini dia cari, lelaki itu dirasa syafira bisa menjadi imam yang baik baginya itu semua karena annisa yang merupakan sodara lelaki dalam foto tadi telah menjabarkan sifat-sifatnya.
Sementara lillah, musibah yang mengharuskan neneknya masuk ke rumah sakit memberi berkah tersendiri baginya. Di rumah sakit itulah dia bertemu dengan mantra kesehatan bernama ando. Mantra itu memang tampan, berkharismatik dan juga kalem. Bawaanya yang tenag dan sedikit dingin membuat hati lillah semakin luluh lantah pada pak mantra itu. Namun siapa sangka dibalik sikapnya yang dingin dan tenag saat menjadi seorang mantra ternyata dia adalah seorang yang humoris dan terkesan sedikit urak-urakkan. Gaya bicaranya saat bersama teman-teman bermainnya sama sekali tidak menyiratkan seorang bapak mantri yang berkharisma, bapak mantri yang pertama dia kenal saat di rumah sakit.
Baik syafira dan lillah hanya bisa mengekspresikan cintanya lewat mimpinya semata tanpa bisa mengungkapkannya pada lelaki yang mereka cintai itu. Lillah sedikit beruntung, dia bisa tahu semua tentang pak ando dari media social, setiap aktiftas atau suasana hati pak ando selalu ditumpahkannya lewat facebook, sebuah media yang mudah diakses oleh siapa saja, berbeda dengan syafira dia tak bisa mengetahui bagaimana perasaannya kak deni sekarang, apa yang sedang dilakukan kak deni sekarang, ini karena kak deni memang tidak terlalu suka dengan hal-hal tersebut, kesibukkannya sebagai pak pos juga usia yang sudah tidak “muda” lagi mungkin menjadi alasan yang membuat dia agak enggan untuk berbagi cerita dimedia seperti itu. Hanya lewat cerita yang minim dari annisa yang sedikit mengurangi rasa penasarannya terhadap kak deni.
Mekipun syafira belum pernah bertemu langsung dengan kak deni dan meskipun pertemuan yang sangat singkat antara lillah denagn pak ando tidak lantas membuat cinta mereka meredup. Rasa cinta it uterus tumbuh dan bersemi dihati kedunya, ini memang sedikit diluar logika tapi mungkin ini justru yang dinamakan cinta. Kita tidak akan pernah tahu kepada siapa kita akan jatuh cinta kita juga tidak pernah tahu dengan cara apa kita mencintai pasanagan kita.
“apakah kita sudah gila bi mencintai orang yang sama sekali tidak mengenal kita, bukankah kita hanya akan membuang waktu-waktu saja?” Tanya lillah rintih.
“entahlah, bibi juga tidak tahu. Hanya yang jelas bibi merasa hati bibi sudah tertambat pada kak deni, dan bibi berharap kalau dialah yang kelak menjadi imam untuk bibi.” Jawab syafira penuh harap.
“akupun seperti itu bi, aku belum pernah mencintai seseorang seperti aku mencintai pak ando. dia dambaanku, dan aku harap dia adalah jodohku.”
“apakah sebuah dosa jika kita berkhayal diluar kemampuan kita? Apakah tidak berlebihan jika kita mengharapkan lelaki asing untuk menjadi jodoh kita.” Kecemasan mulai menghantui diri syafira.
“wallahu a’lam. Yang aku tahu cinta adalah sebuah fitrah yang Allah anugrahkan dalam diri setiap manusia, dan dalam hal ini aku serahkan semuanya pada Allah yang maha mengerti segalanya.”
“kau benar, semua ini akan terlalu sulit jika hanya dipenuhi dengan ketakutan. Aku yakin selama kita mencintai lelaki yang masih sendiri Allah masih meridhai. Semoga Allah mengampuni kekeliruan ini.”
*** 
Siang malam silih berganti menyapa hari mereka, hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan setiap detik waktu itu mereka penuhi dengan sebuah pengharapan dan penantian. Meski keraguan sering kali mengusik namun mereka tetap yakin akan besarnya cinta yang mereka miliki. Mereka percaya akan kekuatan Allah, Tuhan Yang Maha Berkuasa, yang mampu membolak-balikkan hati manusia. Jika Allah berkehendak apapun bisa terjadi, tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Setiap malam syafira dan lillah terbangun dari tidurnya, mereka saling mengingatkan dan mengajak satu sama lainnya untuk bermunajat pada sang pemilik hati, dalam sujudnya mereka tasbihkan semua pinta dan harapnya selama ini. Mereka tumpah ruahkan angan dan keinginannya agar suatu saat Tuhan mewujudkan mimpi mereka mereka menjadi sebuah kenyataan.
Tak ada waktu yang terlewati tanpa membicarakan pak pos(panggilan untuk kak deni) dan pak mantra(panggilan untuk pak ando) jika mereka bertemu. Syafira dan lillah percaya bahwa setiap ucapan itu adalah doa. Mereka berharap dengan baik pak pos maupun pak mantra dapat merasakan apa yang mereka rasakan selama ini walaupun mereka tidak mengenal syafira dan lillah.
Drama pun terjadi saat syafira dan lillah mendapat tugas dari dosennya. Awalnya mereka membrowsing materi “otonomi daerah” untuk bahan presentasi mereka nanti, namun lillah iseng membuka facebooknya milik pak ando, dan betapa terkejutnya lillah saat itu saat dia mendapati bahwa kini pak ando telah berganti status menjadi tunangan. Syafira yang saat itu berada disamping lillah bisa merasakan betul sakit yang dirasakan sepupunya itu. Dia bisa melihat kekecewaan yang mendalam juga diraut wajah lillah. Matanya yang bening seolah ingin memeteskan air namun lillah tetap mencoba tegar.
“hal yang selama ini ditakutkan akhirnya terjadi, kali ini lillah yang merasa kehilangan dan mungkin selanjutnya giliran aku. Aku hanya tinggal menunggu waktu untuk mendengar kabar bahwa pak pos kini telah menemukan tambatan hatinya, lalu kalau sudah begitu, apa yang bisa aku lakukan?” fikir syafira dalam hati. ia seolah mendapat firasat buruk dari kejadian yang dialami lillah, cepat atau lambat itu akan terjadi, dan pasti terjadi jika aku dan pak pos tidak pernah dipertemukan.
Sebulan berlalu masih jelas Nampak kesedihan dihati lillah, meski dia mengataka bahwa dia baik-baik saja tapi syafira tahu betul kalau sepupunya itu sedang berbohong. Syafirapun masih dengan kegundahannya, entah apa yang ada didalam benak syafira tapi akhir-akhir ini dia selalu merasa gelisah. Tiba-tiba matanya tertuju pada kalender yang terpampang di dinding kamar, “24 januari, buakankah hari ini adalah hari ulang tahunnya pak pos? berarti hari ini dia genap berusia 26 tahun. Usia yang matang untuk lelaki yang mapan seperti pak pos!”  fikiran itu merasuk begitu saja dalam otak syafira. Dan seperti yang telah memiliki ikatan batin satu smspun masuk ke inbixnya, sms dari annisa. Sebuah sms yang langsung membuatnya berlinangan air mata.
“ra aku minta maaf, ternyata pak pos sudah mempunyai calaon pendaming. Namanya putri, usianya sama seperti kamu 20 tahun, sepertinya hubungan mereka sudah serius. Kalau tidak ada halangan minggu depan pak pos akan memperkenalkan calonnya itu ke keluarga besar kami saat pertemuan keluarga di maja lengka nanti. Jujur akupun kaget mendengar berita ini, tanteku memang sengaja merahasiakan berita ini kepada kami sampai dia benar-benar yakin dengan hubungannya pak pos. aku minta maaf ra, aku sama sekali tidak bermaksud membohongimu atau memberikan harapan palsu padamau. Aku harap aku mengerti.”
Mengetahui berita itu syafira langsung kerumahnya lillah, disaat seperti ini dia memang membutuhkan seseorang untuk bercerita, dan siapa lagi orangnya kalau bukan lillah, tempat dia Selma ini berkeluh kesah tentang pak pos.
“ada apa bi, kenapa menagis?” lillah kaget denagn kedatangan syafira yang langsung memeluknya sambil menangis tersedu-sedu.
“semua harapanku telah berakhir, aku telah kehilangan pak pos.” ujar syafira terbata-bata.
“ternyata pak pos selama ini sudah mempunyai pacar, dan minggu depan pacarnya itu akan dikenalkan pada keluarga besar pak pos di majalengaka, aku yakin sebentar lagi mereka akan tunanga bahkan mungkin menikah.” Lillah hanya bisa membelai rambut sepupunya itu, ia bingung melihat syafira teus menagis tak kuasa menahan kesedihannya itu.
“apakah cinta memang bukan untuk kita? Sehina itu kah kita hingga tidak berhak untuk dicintai?” keluh syafira.
“yang sabar ya bi, aku mengerti perasaan bibi. Aku juga mengalami hal yang seperti yang bibi alami tapi kita tidak boleh berputus asa dengan takdir Allah, aku yakin dia pasti merencanakan hal lain yang lebih indah untuk kita.” Dengan lembut lillah menghapus air mata syafira, dia mencoba menguatkan syafira walaupun sebenarnya hatinyapun tengah sakit menahan luka yang selama ini tergores karena telah kehilangan.
***
Setelah semua kejadian itu akhirnya syafira dan lillah memtuskan untuk melupakan sosok laki-laki yang selama ini menjadi tambatan hati mereka, mereka tahu cinta mereka hanya bertepuk sebelah tangan.Hari demi hari mereka lalui dengan penuh kehampaan dan sejuta sandiwara. Seolah membohongi perasaan masing-masing mereka mencoba untuk tetap terlihat baik-baik saja.
Malam dikesunyian syafirapun bangun dari tidurnya, diambilnya air wudhu untuk kemudian solat tahajud. Air matapun tak kuasa ia bendung tat kala bayang-bayang kak deni hadir disela-sela rakaat sholatnya, seolah tak sanggup lagi menahan beban dan kebohongan yang selama ini dia sembunyikan syafira menumpah ruahkan semua kegelisahan dan perasaannya pada allah azza wajjala.
“Ya Rabb…jika cinta ini tidak halal bagiku maka hilangkanlah, gantikan dia dengan yang lebih baik menurut Mu dan persatukanlah kami kedalam ridho Mu. Engkau yang maha mengetahui mana yang terbaik untuk hamba Mu ini, namun engkau jua yang lebih mengetahui perasaan ku selama ini. Ampuni hamba yang masih mencintainya, sekiranya Engkau ridho maka perasatukanlah kami ya Rabb”
Itulah sebutir doa yang terpanjat didalam munajat syafira. Sebuah doa yang serupa juga dipanjatkan oleh lillah, jujur dihati kecil lillah masih tersimpan rasa cinta untuk pak ando, rasa itu sebenarnya tak pernah hilang walau kini dia tahu ando sudah memiliki wanita lain. Rasa itu justru semakin bertambah besar, entahlah!
Cemas dan risau, itulah yang dirasakan oleh kedua gadis itu. Bagi mereka mencintainya atau melupakannya tetap akan sama-sama membuat hati mereka hancur. Mereka tak ingin terbelunggu oleh cinta buta yang selama ini mereka miliki, apalagi kini laki-laki yang mereka cinta telah menambatkan hatinya kepada wanita lain. Namun jika harus melupakannya itu berarti juga mereka harus melupakan semua mimpi yang sudah terlanjur teretas dalam imaji dan alam khayal mereka. Mimpi itu terlalu indah dan sudah banyak memberikan kebahagiaan juga suntikan semangat, jika cinta itu hilang maka hilang pulalah kebahagiaan yang selalu memberikan mereka semangat itu.
Setahun berlalu tak ada yang berubah dengan cerita cinta syafira dan lillah, mereka masih mencintai orang yang sama namun sayangnya kak deni dan pak ando masih bersama dengan wanita pilihannya. Entah apa yang Allah rahasiakan untuk kedua gadis itu, sampai saat ini Allah masih menyimpan misteri tentang cinta yang entah akan dilabuhkan dimana.
Aroma hari kemenangan telah tercium baunya, mentari senja yang menguning perlahan-lahan redup tergantikan sinar rembulan. Ada nuansa yang berbeda untuk lebaran kali ini, syafira lebih memilih mengurung diri di kamar dibandingkan bersenda gurau atau menikmati gemerlapan cahaya kembang api dan suara petasan yang membahana saat malam takbir. Dia teringat malam takbir tahun kemarin, dengan penuh keyakinan dirinya bersama lillah pernah mengutarakan niatnya untuk melewati malam takbir tahun ini bersama kak deni dan pak ando dihalaman rumah syafira sambil menyalakan kembang api, namun ternyata harapan itu harus mereka kubur dalam-dalam karena sampai tiba waktunya kini kak deni dan pak ando tidak ada disamping mereka.
“dan orang-orang yang berkata “ ‘Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenag hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa’. Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi 9dalam surge) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat didalamnya.”
Air matapun tak kuasa dibendung lagi, betapa hati syafira terenyuh dengan sabdaan Tuhan yang baru dibacanya, kini dia baru tersadar betapa dia sudah melupakan satu hal, yakni ‘kesabaran’. Tak sepantasnya dia merasa kecewa jika saat ini tak adapak pos disampingnya, seharusnya dia mengert satu hal, Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya, jika samapai saat ini Allah belum mengabulkan doanya itu karena Allah syang kepadanya, Allah tak ingin dirinya berbuat dosa dari hanya sekedar “berpacaran”,  hal yang samapun dirasakan oleh lillah, betapa dia menyesal karena sudah berburuk sangka kepada Allah selam ini, diambil air wudhu oleh kedua gadis itu, wajah yang tadi terlinangkan air mata kini tergantikan oleh basahnya air wudhu yang suci, mereka bersimpuh dihadapan Tuhannya lewat shalat dan sujud mereka, mereka terus larut dalam doa dan tasbih ditengah gema takbir yang berkumandang dimalam itu, hingga akhirnya fajar menyapa mereka.
***
Mereka saling menatap sambil melempar senyum nakal dibibirnya, mereka berpelukan dan kembali tak kuasa menahan tangis, kali ini bukan tangis kepedihan yang teruai, melainkan tangis haru saat hari yang fitri itu datang.
“kau pasti tak henti-hentinya menagisi pak pos kan, sampai-sampai bola matamu membesar 2 kali lipat saking sembabya” goda Lillah sok tahu.
“sok ngejek lagi, matamu tuh yang membesar 2 kali lipat…!” balas syafira melihat mata lillah sama sembabnya.”
Sejenak mereka terdiam, ada kesunyian yang mencekam diantara mereka berdua.
“kini aku ikhlas Ra dengan takdirku, aku pasrah dengan apapun yang Tuhan berikan.”
“akupun begitu, jika memang ini jalannya maka aku akan laluinya dengan kepasrahan”
“aku yakin Tuhan itu sedang menjaga kita dari fitnah, aku akan bersabar menanti pujaan hatiku, jika dia memang tulung rusukku maka siapapun dia dan dimanapun dia berada aku yakin dia akan datang menjemputku dan membawaku kedalam mahligai kebahagiaan.”
“semua akan indah pada saatnya,  WALLAHI….!aku akan bersabar menanti takdir itu…J!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar